Artikel

Banyak Jalan Menuju Mekkah

Bulan Dzulhijah telah tiba, itu artinya musim haji sebentar lagi. Sebagian kaum muslimin pergi ke tanah suci untuk menjalankan rukun islam ke lima. Sebagai seorang muslim, kita tentu sangat menginginkan melaksanakan haji, setidaknya sekali seumur hidup pernah berkunjung ke Baitullah. Namun, banyaknya jumlah kaum muslimin dan biaya yang tidak sedikit, hanya sebagian yang mampu melaksanakannya. Bahkan bila kita mampu membayar pun harus antri bertahun-tahun agar dapat berangkat ke tanah suci. Oleh karena itu, saya mencoba mengulas berbagai jalur alternatif menunaikan ibadah haji.

1. Haji Reguler dan Khusus
Kedua haji tersebut dikoordinir oleh Kementerian Agama (Kemenag). Perbedaannya terletak pada biaya dan fasilitas. Penjelasan terkait haji yang dikelola oleh Kemenag ini akan saya bahas pada tulisan lain agar lebih komprehensif.

2. Haji Non Kuota
Nama lainnya Haji Furoda. Seperti yang kita ketahui bahwa jumlah umat muslim seluruh dunia sangat banyak. Sedangkan Kerajaan Saudi Arabia (KSA) selaku pemerintah yang melayani jamaah haji memiliki keterbatasan, baik fasilitas dan sebagainya. Oleh karena itu, KSA memberlakukan sistem kuota haji untuk berbagai negara. Hal ini bertujuan agar pelayanan ibadah haji bisa optimal.

Meskipun demikian, pihak KSA juga membuka haji melalui undangan resmi. Melalui jalur ini, orang yang mendapat undangan tidak mengurangi jatah negara yang bersangkutan. Tidak sembarang orang mendapatkan undangan. Mungkin ada yang pernah mendengar seorang hafidz mendapat undangan haji oleh KSA. Itu salah satunya. Beberapa agensi haji memiliki afiliasi dengan pihak yang mendapat undangan terkadang membuka kesempatan haji lewat jalur ini. Bisa jadi kita berangkat pada tahun yang sama dengan tahun pendaftaran kita di agensi. Namun, ketidakpastian pemberangkatan cukup tinggi karena bergantung pada undangan yang didapatkan. Oleh karena itu, biasanya agensi juga menyarankan tetap mendaftar jalur resmi pemerintah.

Ada juga agensi yang membuka pemberangkatan haji menggunakan visa selain visa haji, seperti visa ziarah atau visa pekerja. Kadang ada orang yang menyebutnya haji sandal jepit, entah darimana asalnya. Akan tetapi, jalur ini pun rawan bermasalah. Ada agensi yang kurang bertanggungjawab sehingga jamaah terlantar di Mekkah. Ada yang dilarang menunaikan haji, bahkan dideportasi karena tidak menggunakan visa haji. Perlu diketahui bahwa visa haji hanya membolehkan kita memasuki tiga tempat yaitu Jeddah, Mekkah, Madinah. Jangan berharap setelah berhaji bisa jalan-jalan seenaknya ke kota-kota lain di Arab Saudi.

3. Haji Lewat Jalur Luar Negeri (Haji Luneg)
Jalur ini cocok bagi mahasiswa/dosen/pekerja/pebisnis yang tinggal di luar negeri. Apalagi mereka yang tinggal di negara minoritas muslim. Bisa jadi mereka mendaftar dan berangkat pada tahun yang bersamaan, tak perlu antri bertahun-tahun. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika memutuskan menggunakan jalur ini. Diantaranya adalah sudah tinggal minimal 6 bulan di negara pemberangkatan haji (ada yang menyebutkan 1 tahun). Izin tinggal di negara tersebut masih panjang dan lain-lain. Syarat-syarat ini bisa di cek langsung di negara tempat calon haji akan berangkat. Pembaca yang tertarik bisa mendapatkan info melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara bersangkutan. Yang perlu diperhatikan, pelayanan haji lewat luar negeri tentu berbeda dengan Indonesia. Misalnya, terkait pelatihan manasik haji. Pada umumnya untuk negara minoritas muslim tidak menggelar praktek manasik haji. Kadang calon haji harus mempelajari sendiri.

Berhaji jalur luar negeri tidak selalu berbuah manis. Baru-baru ini ada kasus calon haji gagal berangkat haji melewati Filipina. Mereka dicegat dan dideportasi ke Indonesia. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah ketahui aturan pemberangkatan haji melalui negara yang bersangkutan. Jangan karena tergiur oleh agent travel yang menawarkan haji tanpa antri, kita lantas ikut saja. Kita perlu mengecek kebenarannya.

4. Haji Backpaker
Jika pada jalur-jalur sebelumnya kita menggunakan jasa agent travel, maka haji backpaker sebaliknya. Semua kita urus secara mandiri, mulai penerbangan, akomodasi dan segala keperluan penunjang haji. Untuk beberapa tahun silam, cara ini masih memungkinkan. Yang saya ketahui, saat ini penjagaan untuk memasuki Arab Saudi diperketat (termasuk pengurusan visa). Apalagi ketika musim haji. Kalau ada informasi tentang haji backpaker, bolehlah berbagi ke saya.

5. Jalur Ilegal
Cara ini sangat tidak direkomendasikan. Ini hanya sekedar pengetahuan saja. Ada beberapa macam cara ilegal berhaji. Contohnya berhaji dengan menjadi overstayer. Biasanya ada orang yang mengambil paket umroh ramadhan. Ketika selesai, ia tidak langsung pulang ke Indonesia, tetapi tinggal di Arab Saudi sampai musim haji. Tentunya, ada kongkalikong dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, cara ini sangat tidak direkomendasikan.

 

Demikian berbagai jalur alternatif yang dapat ditempuh untuk menunaikan haji. Ada banyak jalan menuju Baitullah. Ini hanyalah sebagian saja. Bisa jadi Allah memanggil kita untuk datang ke tanah suci melalui jalan yang tak di sangka-sangka. Bagi yang sudah mampu, segeralah mendaftar haji. Bagi yang belum mampu, niatkan untuk berhaji. Insya Allah ada jalan ketika kita memang bersungguh-sungguh.

Ada orang yang bertahun-tahun menunggu Panggilan Allah untuk menunaikan haji. Tetapi Panggilan Allah setiap hari (baca: adzan) ia abai. Bagaimana mungkin Allah menyegerakan berhaji ke tanah suci sementara kita menunda langkah kaki ke masjid guna menegakkan shalat.

Sumber:
kibar-uk.org/2015/09/21/berhaji-sambil-studi-di-inggris
shafatours.wordpress.com/2012/10/20/mengenal-haji-non-kuota-furoda/
http://www.alkhoirot.net/2012/09/jamaah-haji-indonesia.html
bayudardias.staff.ugm.ac.id/2013/10/29/tiga-jenis-ibadah-haji-reguler-khusus-dan-non-kuota

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s